<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1704">
 <titleInfo>
  <title>Harimau !&#13;
Harimau !</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>mochtar lubis</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>Yayaan Obor Indonesia</publisher>
   <dateIssued>2002</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>vi+214 hlm ; 17*11 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Novel Harimau-Harimau berisi kisah sekelompok pencari damar yang telah seminggu berada di hutan belantara Sumatra. Mereka berjumlah tujuh orang, yaitu Pak Haji Rakhmad, Sutan, Tabib, Sanip, Buyung, Wak Katok, dan Pak Balam. Mereka semua adalah murid Wak Katok, seorang ahli pencak dan pembuat jimat. Mereka juga merupakan orang-orang yang terpandang di kampung halamannya. Wak Katok secara tidak langsung merupakan pemimpin pencari damar itu. Buyung sebagai laki-laki termuda di kelompok itu ingin mempelajari ilmu gaib dan ilmu sihir untuk memikat seorang gadis yang bernama Zaitun. Akan tetapi, keinginan Buyung belum dikabulkan oleh Wak Katok. Di dalam hutan mereka sering beristirahat di huma milik Wak Hitam yang memiliki ilmu gaib yang sangat ditakuti. Wak Hitam mempunyai istri banyak dan yang tercantik adalah Siti Rubiyah yang baru dinikahinya dua tahun terakhir. Hubungan Buyung dengan Siti Rubiyah sangat erat. Buyung merasa kasihan ketika mendengar cerita Siti Rubiyah, bahwa ia menderita batin sejak menikah dengan Wak Hitam yang lebih pantas menjadi kakeknya. Siti Rubiyah terpaksa menikah dengan Wak Hitam karena kehendak orang tuanya. Baru setengah jam dari huma Wak Hitam dalam perjalanan pulang, Buyung teringat pada perangkap kancilnya dekat huma itu. Atas saran Sutan, Buyung kembali ke sana untuk memeriksa perangkapnya. Ternyata dugaan Buyung tepat, ada kancil dalam perangkapnya. Ketika akan menyusul teman-temannya, ia bertemu dengan Siti Rubiyah yang sedang termenung di atas batu. Antara rasa kasihan dan nafsu, hubungan seks pun terjadi dan Buyung berjanji akan membawa Rubiyah melepaskan diri dari cengkeraman nafsu Wak Hitam. Padahal sebenarnya dalam hati Buyung, sedikit pun tidak ada rasa cinta atas perempuan itu. Justru ia menyesal karena telah melanggar ajaran agamanya. Setelah berkumpul lagi dengan teman-temanya, baik penyesalan dan janji muluk, maupun peristiwa hubungan seks dengan Rubiyah tetap menghantui perasaan Buyung. Karena mendengar suara rusa yang melengking di malam hari, mereka bermaksud memburunya. Esok harinya, Buyung, Wak Katok, dan Sutan berangkat memburu rusa. Buyung berhasil membunuh rusa dengan menggunakan senapan tua milik Wak Katok. Ketika menguliti rusa, mereka dikejutkan suara auman harimau yang datangnya dari tempat berburu. Seekor harimau tua di dalam hutan itu marah karena rusa buruannya telah diambil oleh ketujuh pencari damar. Darah rusa di sepanjang jalan yang dilalui oleh pencari damar membuat harimau bertambah lapar. Korban pertama adalah Pak Balam, betisnya hancur dimakan harimau. Setelah Pak Balam menyusul Talip digigit dan dicakar harimau. Ketakutan mereka memuncak ketika Pak Balam mengatakan &quot;Harimau itu diutus Tuhan untuk meghukum mereka karena dosa-dosanya.&quot; Pak Balam mengakui dosa-dosa yang diperbuatnya selama ini. Pengakuan itu diikuti oleh Sanip, Talip, dan Pak Haji. Sementara, Buyung tidak mau menceritakan dosa-dosanya. Pak Balam akhirnya meninggal dunia lalu disusul Talip. Sutan pergi meninggalkan kelompok pencari damar itu, akhirnya ia juga dimakan harimau. Wak Katok kemudian mengusir Pak Haji, Sanip, dan Buyung. Ia ingin menyendiri. Buyung dan kedua temannya yang lain sepakat untuk merebut senapan di tangan Wak Katok. Dalam perkelahian dengan Wak Katok, Pak Haji tewas tertembak. Sanip dan Buyung akhirnya melumpuhkan pemimpin palsu itu. Buyung kemudian memancing harimau dengan cara mengikat Wak Katok di pohon. Ketika harimau datang hendak menerkam Wak Katok, Buyung menembak harimau hingga tersungkur. Wak Katok akhirnya pingsan dan terkencing-kencing di celana.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Novel</note>
 <subject authority="">
  <topic>MOCHTAR LUBIS</topic>
 </subject>
 <classification>F 02</classification>
 <identifier type="isbn">9794611093</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN SMA NEGERI 5 BINJAI Jl. Jambi No.2, Binjai Selatan, Binjai, Sumatera Utara 20723</physicalLocation>
  <shelfLocator>TAR h</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">04301</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator>TAR h</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>Buku_11.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>1704</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-11-02 15:35:29</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-11-16 20:59:53</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>